Manggopoh, Selasa 09 Juni 2026
Pasca Bencana Melanda di beberapa wilayah di indonesia pada akhir tahun lalu, termasuk kabupaten Agam, sehingga terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani, banyak pengaduan yang masuk kenagari sehingga walinagari berinisiatif melakukan Rakor bersama ketua ketua kelompok tani, bertempat di aula nagari kegiatan ini di ikuti oleh ketua kelompok tani sebagai Manggopoh, di hadiri oleh Koordinator PPL kecamatan Lubuk Basung, PPL SE kecamatan Lubuk Basung, Ketua LPMN, berdasarkan hasil diskusi bersama di dapatkan informasi bahwasanya kelangkaan pupuk saat ini terjadi karena pabrik pupuk sebagai penyuplai pupuk untuk wilayah Sumatera Barat yakni dari pabrik Pusri cabang di Aceh yang terkena bencana tahun lalu, sehingga sampai saat ini pabrik tersebut belum bisa produksi sampai saat ini, namun pihak PI dan distributor bersama dinas pertanian mengupayakan untuk mensuplay pupuk dari palembang dan dari Gresik, karena jarak tempuh yang semakin jauh serta kelangkaan BBM saat ini mengakibatkan pupuk tidak datang di pengencer tepat waktu, sehingga sampai saat ini kelangkaan terjadi, dalam hal itu di lakukan pembagian tidak sesuai harapan,itu yang di rasakan petani,. Menyikapi hal itu walinagari mengajak kepada pengurus kelompok untuk bersama mencarikan solusi lain agar kelangkaan pupuk dapat di tekan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kesusahan pupuk pada saat masa tanam. Jadi perlu sinergi dan keterbukaan bersama baik pengencer dan juga kelompok tani, sehingga tidak ada lagi masyarakat atau petani yang tidak mendapatkan pupuk lagi kedepannya.